Puisi Rakyat

Byadmin

Puisi Rakyat

Ntah mengapa, pagi ni tiba-tiba je teringat pada sebuah puisi dari Usman Awang yang bertajuk Keranda 152.

“Anak Melayu
panas dadamu membakar baju
kita arak keranda 152
ke tanah perkuburannya Parlimen

Sepuluh tanah nafas ini terhenti
hari ini jangan lagi menyanyi

Sebentar lagi malam akan tiba
tiap pintu dan jendela sudah dijaga
bayang-bayang tidak bisa lewat jalan raya

Anak Melayu
namamu telah diseru
jawablah
sebelum lidahmu jadi bisu


Persoalan yang timbul dari menghayati bait-bait puisi ini membuatkan kita tertanya-tanya kemana hilangnya keberanian anak-anak Melayu sekarang? Negara dijarah oleh sang kleptokrat sekeluarga tapi anak-anak Melayu masih berdiam diri. Kampung halaman tempat tumpahnya darah nenek moyang kita kini dimilik orang namun anak Melayu cuma berpeluk tubuh.

 

Secara tak langsung, teringat pulak kata-kata Presiden Indonesia Soekarno (1945 – 1967) atau lebih dikenali sebagai Bung Karno. Beliau mengatakan:

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”

Bangun lah anak Melayu. Negara mu sedang dijajah, Bangsa mu sedang di hina, Agama mu sedang dilacurkan oleh mereka yang bertopengkan bangsa & agamamu. Gendang perang telah dipalu, ,marilah kita bersatu menyelamatkan tanahair kita dari terus dimamah oleh Umno & Barisan Nasional.

Anak Melayu, nama mu telah diseru; Jawablah, sebelum lidah mu jadi bisu

About the author

admin administrator

Leave a Reply

www.000webhost.com